Barito Kuala — Warga LDII kembali memperoleh kepercayaan dalam bidang keagamaan dengan dikukuhkannya sebagai anggota Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Barito Kuala pada 10 Februari 2026.
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarormas Islam dan tokoh agama dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis, moderat, serta berkontribusi bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Barito Kuala.
Dalam kesempatan tersebut, pihak MUI Kabupaten Barito Kuala menegaskan pentingnya peran ulama dan tokoh masyarakat dalam memberikan pembinaan, penguatan akidah, serta menjaga ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat yang beragam.
Ketua MUI Kabupaten Barito Kuala KH M. Abda’i Rathami menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan umat.
“Ini kesempatan bagi kami memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaga demi kemajuan umat Islam di Barito Kuala. Kami akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah karena sinergi ulama dan umara menjadi kunci terciptanya daerah yang maju, aman, dan damai,” katanya.
Sementara itu, sambutan Bupati Barito Kuala yang dibacakan Plh Sekda M. Wahyu Adibawono menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap peran MUI.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan selamat kepada pengurus baru. Semoga semakin memantapkan silaturahmi dan sinergi antara ulama dan umara serta mampu menjalankan fungsi pembinaan umat secara optimal,” ujarnya.
Usai pengukuhan, MUI Barito Kuala langsung menggelar Rakerda perdana namun sebelumnya menggelar Diskusi dengan mendengarkan tauziah oleh 2 orang Berkompeten. yakni, KH. anwar Hadimi,SPd.MPd dari Kepala Kantor Agama Kabupaten Barito Kuala.
Sedangkan Nara sumber kedua yakni H.Aspihani Norhasani.Lc. dari komisi 4 MUI wilayah Provinsi Kalsel,bidang Fatwa.
Untuk menyusun arah program lima tahun mendatang. Kepengurusan baru terdiri dari sekitar 70 orang dengan 10 komisi bidang kerja.
Selanjutnya berdasarkan keterangan pers dari Ketua MUI KH Abda’i Rathami, S.Ag, pada wartawan Dilokasi acara setiap komisi memiliki fokus program masing-masing, mulai dari pendidikan, fatwa, ekonomi umat hingga bidang sosial kemasyarakatan.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan mendukung program-program yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” khususnya di wilayah kabupaten Barito kuala. Kalsel pada umumnya katanya.
Masih Menurut Dai, yang akrab disapa untuk ketua MUI yang juga Kepala Kantor haji dan Umroh kabupaten Barito Kuala, Menambahkan Melalui pengukuhan dan Rakerda ini, MUI Barito Kuala diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pengayom umat sekaligus penjaga persatuan dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Diacara terakhir dalam ceramahnya KH.Anwar Hadimi SPd.MP.d menyebutkan dalam inti isi ceramahnya mengenai,Moderasi Beragama bukan hal absurd yang tidak bisa diukur
Keberhasilan Moderasi Beragama dalam kehidupan Masyarakat Indonesia dapat terlihat dari tingginya 4 Indikator utama, Berikut ini serta beberapa indikator yang selaras dan saling bertautan.
Pertama,Komitmen Kebangsaan,kedua Anti Kekerasan,Ketiga Tolerensi yang terakhir Penerimaan terhadap Tradisi
Ketua LDII Kabupaten Barito Kuala Agung A S.Pd., M.Pd. juga menyampaikan apresiasi serta menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Kepercayaan ini merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kami siap bersinergi bersama seluruh unsur MUI dalam memberikan kontribusi positif bagi umat dan masyarakat,” ujarnya.
“LDII terus mendorong warganya untuk berperan aktif dalam kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Semoga pengukuhan ini semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang rukun dan religius,” ungkapnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan peran anggota MUI dari berbagai unsur organisasi masyarakat Islam dapat semakin solid dalam memberikan pelayanan keagamaan serta menjaga persatuan umat di Kabupaten Barito Kuala.

